Penempatan Papan Iklan (Jenis TV Elektronik)

Pendahuluan

Di masa modern saat ini kondisi periklanan di Ibukota ramai dengan penggunaan sebuah produk, pemasaran dan promosi. Erat kaitannya antara pemasaran dan kondisi periklanan di Ibukota. Karena melalui pemasaran yang semkin pesat dapat mempengaruhi kondisi pasar jika dilakukan kegiatan pemasaran atau promosi di Ibukota. Dengan alasan lain bahwa, Ibukota sebagai salah satu prasarana lokasi yang menunjang untuk terjadinya sebuah pemasaran.
Hal lain yang mempengaruhi salah satunya adalah semakin maraknya papan iklan reklame yang masyarakat jumpai di sekitar kawasan Ibukota. Situasi yang seharusnya tidak dilakukan pemasangan papan yang rata-rata berukuran berkisar mulai dari 6 x 8 meter persegi, 30 meter persegi atau 75 meter persegi. Umumnya pemasangan papan iklan elektronik dilakukan di daerah yang sebelumnya telah dipadatkan oleh papan – papan iklan di tempat tersebut. Sehingga mengakibatkan kondisi yang “semrawut” (dalam istilah bahasa Jawa) dalam artian daerah tersebut terlihat menumpuk dengan adanya pemasangan papan – papan iklan.
Jakarta bersama metropolitan Jabotabek dengan penduduk sekitar 23 juta jiwa merupakan wilayah metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam duniaDiperlukan adanya penataan lingkungan yang tidak merusak keindahan Ibukota hanya dengan penempatan atau alokasi papan iklan diberbagai sudut Ibukota. Masayarakat mengenal kondisi Ibukota yang akrab dengan sebutan kemacetan lalu lintas. Dengan pemasangan papan iklan elektronik di sudut – sudut Ibukota, apakah hal tersebut dapat membuat masyarakat menjadi nyaman dengan adanya penempatan papan iklan elektronik atau digital? Apakah melalui pemasangan papan iklan elektronik dapat memberikan sebuah tampilan yang menhibur masyarakat di saat kondisi lalu lintas Ibukota yang terlihat padat dengan kemacetan kendaraan?
Sebagai masyarakat,saya melihat hal ini tidak bersifat sewajarnya. Dengan pengertian, kondisi Ibukota Indonesia baik di kota Jakarta ataupun di Ibukota lain yang ada di Indonesia, tidak memperhatikan keselamatan jika semakin ramai dilakukan pemasangan papan iklan secara menumpuk. Dari pihak spesialis periklanan pun semestinya mampu menata Ibukota dengan papan iklan yang tidak saling menumpuk. Penting dilakukan perubahan konsep lingkungan dan memaksimalkan banyaknya papan iklan yang ada di jalanan Ibukota.
Kondisi Ibukota saat ini selain dipadati oleh pemasangan papan iklan namun di lain pihak para pedagang kaki lima pun memanfaatkan kesempatan untuk berjualan dibawah penempatan papan iklan tersebut. Hal tersebut, dapat mengancam keselamatan para pedagang. Adanya kejadian ini, dipicu karena menurut anggapan pedagang kaki lima usahanya untuk berjualan dibawah papan iklan akan ramai dikunjungi masyarakat dan kondisi tempat tersebut memungkinkan banyaknya masyarakat pejalan kaki yang bergantian melewati kawasan tersebut.
Bukan sesuatu yang dapat dikatakan kondisi yang selayaknya digunakan oleh masyarakat saat ini. Dengan menggunakan jasa pedagang kaki lima untuk berjualan di bawah penempatan papan iklan dapat mengancam keselamatan, baik itu para pedagang kaki lima atau masyarakat yang hendak menggunakan pejalan kaki. Di lain pihak, umumnya penempatan papan iklan berada di antara kawasan lampu lalu lintas. Apakah kegiatan tersebut tidak mengurangi keselamatan pengguna pajalan kaki?
Penataan lingkungan Ibukota saat ini tidak dapat dikendalikan dengan situasi periklanan di Indonesia yang semakin laris manis. Dimana – mana masyarakat ruang luar di ramaikan dengan adanya kegiatan periklanan yakni penempatan papan iklan secara menumpuk. Dapat terlihat di daerah Senayan khususnya Jln. Asia Afrika, selain padat dengan kendaraan namun ramai dengan penempatan papan iklan yang tidak tertata dengan seimbang, terstruktur, seakan – akan tidak memiliki konsep lingkungan. Misalnya, di dalam satu area Senayan dijumpai lebih dari sepuluh papan iklan yang terpasang. Dan terdapat para pedagang kaki lima di bawah alokasi papan iklan.
Kejadian ini, seharusnya dapat mengubah konsep lingkungan berdasarakan strategi periklanan melalui iklan ruang luar. Para ahli periklanan seharusnya, dapat belajar dari pengalaman yang pernah terjadi seperti beberapa papan iklan ruang luar yang mengalami kerusakan pada besi yang umumnya terbuat dari tembaga menjadi tumbang atau ambruk jatuh.
Sejarah media iklan luar ruang
Sistem Papan Buletin atau yang lebih dikenal dengan istilah bahasa Inggris Bulletin Board System (BBS) adalah sistem elektronik yang standar, rendah biaya, dan akar rumput untuk menyiarkan atau merespon informasi mengenai suatu tema yang spesifik. Sistem papan buletin dijalankan secara lokal dan sering terhubung dengan sistem papan buletin lain dalam skala nasional atau internasional. Biasanya, jaringan-jaringan ini memberikan pelayanan dalam daerah yang berdekatan secara geografis dan kebutuhan spesifik dari pengguna lokal. Pada awalnya, pengguna sistem papan buletin hanya dapat mengakses program ini melalui saluran telepon yang terhubung dengan modem, namun pada awal tahun 1990, beberapa pengguna sistem papan buletin dapat mengaksesnya melalui Telnet, paket jaringan berganti (packet switched network), atau koneksi radio paket (packet radio connection). Konsep dari sistem papan buletin sendiri mengacu pada cara tradisional menempelkan pesan pada papan buletin yang biasa ditemukan di pintu masuk supermarket, sekolah, perpustakaan, atau tempat umum lainnya dimana orang-orang dapat menyebarkan pesan, iklan, ataupun berita komunitas.
INDONESIA >> DKI JAKARTA

DKI JAKARTA
Ibu Kota : Jakarta
Luas Wilayah : 740,28 km²
Jumlah Penduduk : 8.622.065 jiwa
Jumlah Desa/Kelurahan : 267
Jumlah Kecamatan : 44
Jumlah Kabupaten/Kota : 6
(sumber : Kep. Mendagri No. 109 A Tahun 2003)

Gambar 1
Sumber : Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kotamadya

Gambar 3
Peta jalan Asia Afrika – Senayan (Jakarta Selatan)

Dari kejadian inilah, penulis memilih untuk lebih dalam tentang “Penempatani papan iklan elektronik” di Ibukota.

A. Permasalahan
Telah diuraikan di bagian pendahuluan secara garis besar yang berkaitan dengan kondisi lingkungan di Ibukota khususnya. Pada dasaranya masalah yang terjadi pada problematik lingkungan tidak terlepas dari penataan lingkungan yang saat ini semakin merosot atau terjadi pengurangan kualitas kesadaran lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Masalah yang saya pilih yakni, “Penempatan Papan Iklan Elektronik”. Menumpuknya penempatan papan iklan di Ibukota yang pada awalnya para ahli periklanan dan marketing ingin mempersembahkan sebuah tampilan gambar secara visual sebuah kegiatan pemasaran dan promosi melalui pemasangan papan iklan ruang luar, namun di lain pihak cara tersebut dilakukan secara berlebihan bahkan dapat merusak keindahan alam dan lingkungan.
Dapat diambil contoh kejadian yang telah terjadi di Ibukota saat ini, salah satunya seperti situasi lalu lintas di kawasan Margonda – Depok secara rutin mengalami kemacetan lau lintas. Semenjak dibangunnya sebuah pusat perbelanjaan yang bernama “Margo City” tepat berada di depan Margo City terlihat Papan iklan Elektronik dengan ukuran besar.
Erat kaitannya antara kondisi lingkungan dengan penempatan papan iklan elektronik. Apakah dengan adanya penempatan papan iklan elektronik dapat mengurangi frekuensi kemacetan? Apakah pemasangan papan iklan elektronik mempunyai tujuan tertentu seperti, ingin memberikan sebuah tampilan visual yang menghibur pengguna lalu lintas?
Tidak dapat dibayangkan, betapa rumitnya kondisi lalu lintas saat melintasi kawasan yang rutin dengan kegiatan kemacetan kemudian di hadapan masyakarat di hadirkan tampilan visual yang penempatannya berlebihan. Permasalahan selain itu adalah keselamatan pengguna lalu lintas khususnya yang berada di sekitar kawasan papan iklan elektronik. Di sisi lain, adanya beberapa masyarakat khususnya pedagang kaki lima yang memanfaatkan usaha berdagang tepat berada di bawah alokasi papan iklan elektronik.
Dapat dibayangkan situasi yang terjadi pada waktu tertentu masyarakat semakin ramai melintasi lalu lintas serta didukung kegiatan berjualan di pinggiran kota dan diikuti dengan penampilan secara visual dari beberapa iklan yang hadir pada papan iklan elektronik. Inilah yang dapat mengurangi nilai keharmonisan lingkungan melalui ketidaksadaran masyarakat akan pentingnya keseimbangan antara lingkungan yang ramah dan kegiatan periklanan.
Penempatan papan iklan elektronik yang menumpuk dan saling “tumpah tindih” dapat mengurangi nilai keindahan pada lingkungan. Muncul sebuah anggapan bahwa perhatian terhadap perkembangan kota merupakan sesuatu yang kurang menarik. Pemikiran ini menyebabkan banyak proyek yang dirancang hanya berupa objek-obejek yang berdiri sendiri dan semakin lama akan menurunkan kualitas kehidupan kota.
Dalam waktu sekitar seperempat abad belekangan ini posisi lingkungan hidup telah bergeser dari pinggiran menuju ke arus pembangunan. Hal ini pun menjadi permasalahan yang akan saya bahas lebih dalam. Serta bagaimana masyarakat dan para ahli periklanan memandang peranan lingkungan dan kegiatan pemasaran yang efektif tanpa mengurangi keindahan lingkungan? Permalasahan lain yang muncul adalah bagaimana pengaruhnya jika seorang ahli periklanan menata ruang kota dengan penempatan papan iklan elektronik melalui pemasaran ruang luar dengan psikologi lingkungan perkotaan yang mengacu pada warga Jakarta yang bercermin pada warga dunia?
Berdasarkan kejadian yang terjadi saat ini dan situasi Ibukota yang dipenuhi dengan penempatan papan iklan elektronik menjadikan sebuah permasalahan tentang “Bagaimana kondisi limgkungan Ibukota yang tersebar di Indonesia kembali terstruktur dengan baik?” Dengan melihat fenomena yang tertumpu di satu titik tanpa bergerak sedikit pun untuk sebuah perbaikan melainkan menjadikan fenomena tersebut semakin mundur dengan mengotori lingkungan.

Jika di urutkan secara sistematis, permasalahan yang muncul antara lain :
1. Menumpuknya penempatan papan iklan di jalanan
2. Pemanfaatan lahan oleh pedagang kaki lima yang berada di bawah bangunan papan iklan.
3. Mengurangi kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan di kawasan tersebut.

B. Batasan Permasalahan
Berdasarkan masalah yang terjadi, adapun batasan yang penting halnya. Meliputi, dimana kawasan yang mengalami masalah lingkungan, berapakah ukuran bentuk fisik yang menjadi permasalahan, kapan tepatnya permasalahan tersebut muncul dan menjadi pusat permasalahan saat ini.
Umumnya penempatan papan iklan elektronik dilakukan di antara kawasan lalu lintas yang rutin akan kemacetan (seperti, Jln. Asia Afrika, Jln. Margonda, Jln. Harmoni, daerah Bintaro dan di sekitar pengguna jalan umum seperti disamping rel kereta api (Tanjung Barat – Depok) dan sebagainya. Pada dasarnya tempat – tempat yang dituju untuk penempatan papan iklan elektronik berada di kawasan yang rawan kemacetan lalu lintas.
Secara fisik pada bentuk papan iklan elektronik adalah persegi panjang. Papan iklan elektronik yang ditempatkan tinggi pada ukuran kaki papan iklan tersebut. Adapula yang memiliki tinggi kaki pada papan minimum dari posisi jalanan. Jika bentuk portrait yang dipakai, bisa jadi akan lebih banyak ruang yang dihemat dan tampak lebih rapi. Di beberapa kota bahkan kini populer dengan billboard yang mengangkangi jalan raya. Dari segi keindahan, keamanan dan kenyamanan bilboard model ini sesungguhnya cukup memprihatinkan, meskipun mungkin dianggap sebagai sebuah inovasi dalam beriklan luar ruang.

Gambar 4
Bilboard yang sesungguhnya bisa mempercantik, dengan pemasangan yang asal membuatnya seolah riasan coreng moreng di wajah kota. Pilihan bentuk billboard yang dipasang di tengah kota menjadi portrait, hanyalah salah satu poin dalam pengaturan ‘komposisi ruang bilboard.’ Aspek yang lain tentu saja adalah kesadaran ruang yang harus dipahami oleh para agency dan penguasa kota sebagai pihak yang memiliki kuasa untuk mengatur keberadaan billboard. Saat ini yang terkesan adalah kuasa pemerintah untuk menarik pendapatan saja dari advertensi luar ruang ini. Tak terlalu peduli dengan tata ruang, pajak saja yang di utamakan. Kejadian ini merata dari Jakarta sampai kota-kota lain di Indonesia.
Munculnya problematik lingkungan yang terjadi pada papan iklan elektronik yang semakin tidak tertata semenjak semakin maraknya bangunan pusat pembelanjaan di Ibukota dan produksi sebuah merek berlomba-lomba untuk memasarkan produknya melalui papan iklan ruang luar tanpa memperhitungkan kondisi lingkungan Ibukota.
Sejak adanya penempatan papan iklan elektronik di Ibukota yang saling tumpah tindih, maka dapat terlihat di Ibukota sekarang khususnya Jakarta, banyaknya bangunan-bangunan yang sedang diproses pengerjaannya untuk dijadikan pusat pembelajaan. Disinilah letak permasalahan yang akan semakin rumit. Disamping pembangunan yang baru kemudian pemasangan papan iklan elektronik pun semakin ramai, maka hilanglah keharmonisan ramah lingkungan.
Misalnya di kawasan jln. Asia Afrika – Senayan Jakarta sebelum dibangun pusat pembelanjaan yang sekarang telah berdiri sejak tahun 2007 bernama Senayan City, masih terlihat pemandangan pohon di kawasan tersebut. Akan tetapi semenjak dibangunnya Senayan City saat ini, semakin padat papan – papan iklan elektronik yang memenuhi lokasi Senayan dan sekitarnya bahkan posisi papan iklan ruang luar saling tumpah tindih dan terkesan menumpuk pada satu titik tertentu.
Ukuran lebar, panjang, tinggi pada papan iklan elektronik berkisar antara 6 x 8 meter persegi, 30 meter persegi, 75 meter persegi dan sebagainya.

Gambar 5
Di kawasan Jl. Asia Afrika – Senayan (Jakarta)
C. Hal yang menarik
Di setiap pemunculan jenis atau kategori iklan yang dihadirkan pada papan iklan elektronik, umumnya menampilkan kategori Launching produk baru (untuk produk elektronik seperti, Notebook, handphone, Televisi, dan sebagainya barang-barang elektronik), Informasi mengenai konser music, penawaran potongan harga pada produk tertentu.
Hal yang menarik dari pemunculan kategori – kategori iklan produk berupa animasi visual selain yang sering ditampilkan melalui iklan-iklan televisi (TV Commercial) secara umum. Namun, yang membuat masyarakat pengguna jalan menjadi terpukau dengan kehadiran papan iklan elektronik adalah penayangan visualisasi yang pada dasarnya kondisi tersebut lalu lintas sedang mengalami kemacetan kendaraan. Tanpa sadar masyarakat telah terbius oleh penggunaan dan kehadiran papan iklan elektronik dan dapat menganggu aktifitas masyarakat yang berada di kawasan lalu lintas.
Selain itu di kawasan area parkir seperti jl. Asia Afrika tepat di samping “Senayan City” di jadikan tempat area parkir sedangkan di depan lokasi parkir terdapat kegiatan berjualan para pedagang kaki lima di bawah penempatan papan iklan elektronik. Kawasan yang sebelumnya tertata dengan rapih, tanpa harus menempatkan posisi papan iklan elektronik secara berlebihan dan menggunakan kawasan pejalan kaki untuk kegiatan berjualan pedagang kaki lima yang saat ini semakin terlihat lingkungan menjadi kotor dengan sampah-sampah akibat pedagang kaki lima yang berjualan. Di lain pihak,kondisi udara pun menjadi terganggu,dengan adanya tumpukan sampah dan binatang lalat di area depan parkir jl. Asia Afrika – Senayan (Jakarta Sealatan).
Dapat dibayangkan dalam suatu tempat tertentu, sebagai pusat pemasaran melainkan adapun yang melakukan kegiatan perdagangan secara liar serta diikuti lingkungan dengan situasi jalanan yang tidak bersahabat menjadi semakin rumit dan kotor dengan sampah di pinggiran jalan Ibukota. Kejadian tersebut dapat menimbulkan saluran air yang tersumbat dan mengakibatkan Ibukota menjadi tergenang air pada saat cuaca tidak bersahabat (cuaca hujan). Lingkungan pun menjadi tidak nyaman berada di tempat tersebut dan masyarakat yang akan menerima dampak dari kejadian ini.

A. TUJUAN DAN ALASAN PEMBAHASAN
Saya memilih permasalahan “Alokasi papan iklan elektronik” dengan tujuan yakni, bagaimana masyarakat perkotaan memanfaatkan lingkungan, apakah saat ini masyarakat telah memperlakukan lingkungan sebagaimana mestinya? Mengenal lingkungan Ibukota secara tersirat dan mendeskripsikan kondisi problematik lingkungan di Ibukota yang menghadirkan papan iklan elektronik secara tumpah tindih atau menumpuk dalam suatu tempat tertentu. Selain itu, dari kejadian yang terjadi di Ibukota dapat digunakan sebagai bahan analisis dari situasi lingkungan yang tidak terstruktur dengan baik dan member ruang waktu bagi pemerintah dan para pengguna agency melakukan pemasaran di media ruang luar secara “liar”.
Tujuan lain yang saya harapkan adalah sebagai suatu cara atau metode perbandingan antara lingkungan yang selayaknya digunakan sebagai tempat pemasaran media ruang luar dan yang dilakukan secara berlebihan. Selain itu,mengenal lebih dekat lingkungan yang harus dijaga dari tumpukan sampah akibat ulah para pedagang kaki lima yang tidak bertanggung jawab.
B. ALASAN PEMBAHASAN
Terdapat hal-hal menarik yang dapat digunakan dari pembahasan penempatan papan iklan elektronik tersebut. Dimulai dari pola aturan perkotaan saat ini, keselamatan masyarakat yang berada di area penempatan papan iklan hingga kebersihan lingkungan yang tidak menjamin dengan munculnya sampah-sampah dari kegiatan berjualan di pinggiran jalan Ibukota.
Yang dapat mengakibatkan kawasan Ibukota menjadi kumuh, sesak dengan kehadiran papan iklan ruang luar dan ancaman udara yang tidak sehat.
C. DATA PENDUKUNG (Dokumentasi)
Di kawasan jl. Asia Afrika – Senayan di tahun 2008 keadaan lingkungan sekitar kawasan senayan terlihat adanya keserasian dan teratur penempatan papan iklan.

Gambar 6
Sebelum penempatan papan iklan elektronik

Gambar 7
(Sesudah Penempatan papan elektronik)

Gambar 8
Tepat berada di depan Gedung Caraka Loka, Jl. Asia Afrika – Senayan

Gambar 9
Tepat berada di depan “Senayan City

Gambar 10
Berikut situasi pengguna pejalan kaki yang berada di depan
“Senayan City”

Gambar 11
Tepat berada di bawah area parkiran di samping “Senayan City”

Gambar 12
Kawasan di antara gedung Deplu (senayan) dengan area parker senayan city

Analisis Kajian Penempatan Papan Iklan (jenis TV Plasma)

A. Berdasarkan manfaat Billboard (Jenis TV Plasma)
Ada apa dengan etika di media luar ruang? Dengan melihat billboard sebuah iklan produk bank terbesar yang terpasang hanya beberapa meter dari billboard sebuah produk rokok di jalan menuju perempatan Pancoran – Tebet, Apa yang terlintas di benak kita ketika melihat konstruksi iklan produk rokok terpaksa digeser untuk menghindari kepongahan billboard bank yang hampir menutupinya itu? Atau, dua billboard besar yang bersisian di seberangnya. Dapat dikatakan sebagai salah satu pemandangan perkotaan tanpa nilai manfaat jika diletakkan dalam satu lokasi tertentu. Penempatan Billboard (jenis TV Plasma) atau dengan ditampilkannya iklan-iklan (jenis TV Plasma), dari pihak produsen ingin memberikan sebuah informasi mengenai produknya kepada masyarakat yang berada di tempat keramaian kota. Akan tetapi, di lokasi yang sama terdapat papan reklame (jenis iklan yang tidak bergerak) pun hadir meramaikan suasana perkotaan yang padat dengan kondisi kendaraan. Pada awalnya, produsen memiliki tujuan terhadap penempatan billboard (jenis TV Plasma) di tengah keramaian adalah menyuguhkan tayangan hiburan sekaligus sebagai informasi kepada pengguna jalan.
Melewati jalan Asia-Afrika Senayan, kembali kita akan melihat perebutan ruang di media luar ruang. Kebanyakan dari produk rokok. Di satu lokasi tersebut, iklan-iklan media luar ruang, terutama produk rokok, seolah berebutan menyodorkan pesan iklan mereka. Yang paling kuat anggarannya, bisa jadi yang paling banyak memasang. Penulis memilih kawasan Asia – Afrika sebagai lokasi yang memiliki tingkat penempatan billboard terbanyak (termasuk jenis TV Plasma & papan reklame yang tidak bergerak).
Dengan menempatkan billboard secara bersamaan dalam satu lokasi, dapat dikatakan adanya pengulangan informasi dan ketidak efektivitas informasi. Sehingga muncul penumpukkan secara visual (kasat mata) dan berkurangnya nilai manfaat (informasi) bagi pengguna jalan tersebut. Perlu dilakukan pengurangan dalam penempatan billboard (baik jenis TV Plasma atau papan reklame di daerah perkotaan.

Gambar 13
Lokasi berada di Jl. Asia – Afrika Senayan

B. Berdasarkan Alasan Penempatan Billboard ( jenis TV Plasma)
Penyimpangan tata ruang terjadi pada hampir semua kota dan daerah di Indonesia. Pada kota-kota besar penyimpangan tersebut bahkan sudah sampai pada tingkatan yang mengkhawatirkan karena dampak yang ditimbulkannya sangat meresahkan. Produsen tentunya memiliki alasan tersendiri untuk memilih penempatan billboard (jenis TV Plasma) di tengah keramaian kota yakni ;
– Menggunakan kesempatan mengiklankan produknya lebih dekat dengan masyarakat pada saat situasi lampu lalu lintas berubah menjadi berhenti (Lampu Merah) tepat berada di antara lampu lalu lintas dan pandangan mata pengguna jalan pun tertuju pada iklan yang ada di dalam billboard (jenis TV Plasma)
– Sebagai bentuk hiburan dengan tujuan pengguna jalan tidak merasa bosan ketika melintasi daerah perkotaan yang padat dengan polusi udara dan polusi suara (yang bising).
– Memberikan tampilan promosi yang berbeda dengan papan reklame lainnya ( jenis tidak bergerak) supaya terlihat menarik masyarakat.
Salah satu strategi penempatan iklan media luar ruang adalah penempatan yang harus menonjol, cenderung berdiri sendiri (single performer), sehingga pesan produknya bisa lebih menancap di benak sasaran audiensnya. Di sinilah sebenarnya peran perencana strategis untuk media luar ruang sangat diperlukan agar iklan media luar ruang jadi lebih efektif dan efisien. Pengiklan seharusnya lebih taktis dan strategis menempatkan iklan media luar ruang mereka.

Gambar 14
Billboard (jenis TV Plasma) berada tepat di belakang bundaran Senayan
C. Berdasarkan Promosi dan Publikasi
Penempatan dan pemasangan billboard (jenis TV Plasma) banyak keuntungan yang diperoleh untuk pihak produsen, mulai dari segi promosi, publikasi, produksi melalui pemasangan iklan ruang luar di kawasan perkotaan. Memberikan nilai pemasukkan bagi produsen atas penjualan produknya yang cenderung konsumen memilih untuk membeli produknya. Akan tetapi dibalik dari kegiatan promosi dan publikasi, siapakah target yang menjadi sasarannya? Apakah ditujukan hanya kepada pengguna jalan-jalan yang berada di perkotaan atau beberapa masyarakat yang menggunakan jalan tersebut?
Kejadian di atas sebagai fungsi promosi bisnis melalui media ruang luar. Maka akan membentuk suatu pengaruh terhadap billboard (jenis TV Plasma) dengan minat masyarakat untuk membeli produk tersebut. Umumnya iklan – iklan yang ada di dalam tampilan billboard (jenis TV Plasma) seperti produk rokok, produk telekomunikasi GSM, produk Bank. Dalam kaitannya dengan penayangan iklan billboard (jenis TV Plasma) untuk produk rokok tidak memiliki factor pendidikan dan kesehatan. Diketahui bahwa rokok dapat merusak kesehatan jantung namun produsen tetap menggunakan media ruang luar sebagai sarana promosi dan publikasi terhadap produk.
Bisnis adalah bagian dari sosial karena bisnis melakukan hubungan – hubungan yang berarti dengan komunitas. Kegiatan promosi dan publikasi termasuk kedalam sebuah kegiatan bisnis yang dijalankan oleh produsen untuk mencapai suatu tujuan pemasaran. Melalui berbagai saluran media, mereka berusaha menyampaikan kepada konsumen bahwa produk mereka dirancang untuk membantu konsumen mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun produk rokok dalam penampilan iklan billboard (jenis TV Plasma) tidak dapat dikatakan sebagai produk yang dirancang untuk membantu konsumen karena tidak memiliki unsur yang mendukung hidup sehat dan tidak adanya nilai pendidikan dalam iklan produk rokok.
Dengan perencanaan strategis untuk media luar ruang, pengiklan bisa memperoleh masukan berharga untuk mengatur penempatan iklan media luar ruang agar lebih mendekati dan berpengaruh pada sasaran audiens atau pun pasar utama mereka. Perencanaan strategis media luar ruang bisa dianalisis dari beberapa sudut pandang dan penilaian, misalnya masalah kegunaan produk, demografis, tingkat kepadatan jalan, jenis pelintas, kebiasaan pelintas jalan, dan sebagainya. Bahkan hingga ke pemilihan bentuk, desain maupun bahan yang akan dipergunakan.
Berdasarkan desain yang dibangun dari billboard (jenis TV plasma) terdiri dari bahan baku seperti ;
– Pondasi
• sistem beton bertulang;
-Penerangan
• lampu metal holidi (250 watt & 400 watt)

Media yang digunakan :
• Bidang Board menggunakan: bahan dasar plat aluminium
• cat
• menie aktive primer
• Rangka board besi stall
Penyebaran informasi produk dengan menggunakan poster, brosur, flayer dan banner mulai dikurangi. Para pemasar juga harus bertanggung jawab atas banyak kertas berceceran dijalanan akibat kegiatan promosi dan publikasi produk. Melakukan pengurangan frekuensi promosi dan publikasi secara bersamaan waktu dapat meningkatkan nilai efektivitas kegiatan periklanan melalui media ruang luar tanpa mengotori kawasan perkotaan.
D. Peraturan mengenai pemasangan papan iklan di media luar ruang
Tarif Pasal 23
Jenis Penghasilan Perkiraan Pengh. Neto Tarif Efektif
Dividen – 15,0%
Bunga – 15,0%
Royalti – 15,0%
Hadiah dan penghargaan – 15,0%
Bunga simpanan koperasi yang melebihi Rp240.000 sebulan – 15,0%
Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta khusus kendaraan angkutan darat untuk jangka waktu tertentu berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis ataupun tidak tertulis. 10% 1,5%
Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, selain kendaraan angkutan darat, untuk jangka waktu tertentu berdasarkan kontrak atau perjanjian tertulis ataupun tidak tertulis, kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan persewaan tanah dan atau bangunan yang telah dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final. 30% 4,5%
Jasa teknik 30% 4,5%
Jasa manajemen 30% 4,5%
Jasa konsultansi kecuali konsultansi konstruksi 30% 4,5%
Jasa Pengawasan konstruksi 262/3 % 4,0%
Jasa perencanaan konstruksi 262/3 % 4,0%
Jasa penilai 30% 4,5%
Jasa aktuaris 30% 4,5%
Jasa Akuntansi 30% 4,5%
Jasa Perancang 30% 4,5%
Jasa pengeboran (jasa driling) di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas), kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap 30% 4,5%
Jasa penunjang di bidang penambangan migas 30% 4,5%
Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas 30% 4,5%
Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara 30% 4,5%
Jasa penebangan hutan 30% 4,5%
Jasa pengolahan limbah 30% 4,5%
Jasa penyedia tenaga kerja 30% 4,5%
Jasa perantara 30% 4,5%
Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga, kecuali yang dilakukan oleh Bursa Efek, KSEI dan KPEI 30% 4,5%
Jasa kustodion/ penyimpanan/ penitipan, kecuali yang dilakukan oleh KSEI 30% 4,5%
Jasa pengisian suara 30% 4,5%
Jasa mixing film 30% 4,5%
Jasa sehubungan dengan software komputer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan 30% 4,5%
Jasa instalasi/ pemasangan mesin, listrik/ telepon/ air/ gas/ AC/ TV Kabel; kecuali dilakukan oleh pengusaha konstruksi 30% 4,5%
Jasa instalasi/ pemasangan peralatan; kecuali dilakukan oleh pengusaha konstruksi 30% 4,5%
Jasa perawatan/ pemeliharaan/ perbaikan mesin, listrik/ telepon/ air/ gas/ AC/ TV kabel 30% 4,5%
Jasa perawatan/ pemeliharaan/ perbaikan peralatan 30% 4,5%
Jasa perawatan/ pemeliharaan/ perbaikan alat-alat transportasi/ kendaraan 30% 4,5%
Jasa perawatan/ pemeliharaan/ perbaikan bangunan 30% 4,5%
Jasa pelaksanaan konstruksi, termasuk Jasa perawatan/ pemeliharaan/ perbaikan bangunan; Jasa instalasi/ pemasangan peralatan, mesin/ listrik/ telepon/ air/ gas/ AC/ TV kabel; sepanjang jasa tersebut dilakukan oleh Wajib Pajak yang mempunyai izin/ sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi 13,33% 2,0%
Jasa maklon, 20% 3,0%
Jasa penyelidikan dan keamanan 20% 3,0%
Jasa penyelenggara kegiatan/ event organizer 20% 3,0%
Jasa pengepakan 20% 3,0%
Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media massa, media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi 10% 1,5%
Jasa pembasmian hama 10% 1,5%
Jasa kebersihan/ cleaning service. 10% 1,5%
Jasa catering 10% 1,5%

Pemasangan papan iklan (media luar ruang) tidak dapat dilakukan tanpa adanya peraturan. Beberapa pasal yang menetapkan peraturan dalam surat izin pemasangan papan iklan dan adanya biaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah kepada pihka produsen dan agen iklan.
E. Problematik Lingkungan

Gambar 15
Kawasan depan Plasa Senayan
Hasil dokumentasi di atas sebagai salah satu bentuk penerapan kegiatan promosi dan publikasi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Pengurangan terhadap penempatan billboard di kawasan Senayan dapat membantu meningkatkan kesadaran akan kebersihan kota dari penempatan billboard.
Melihat dari segi keselamatan, penempatan billboard (jenis TV Plasma) dapat mengganggu kenyamanan bagi pejalan kaki di kawasan billboard. Sebagai contoh, dalam dokumentasi di bawah ini terlihat dari problematik pada siang hari dan malam hari adanya perbedaan kondisi lingkungan yang semakin meresahkan masyarakat jika berjalan di malam hari pada kawasan di bawah penempatan billboard (jenis TV Plasma). Baik di siang hari atau di malam hari, adanya kegiatan berjualan yang berada di sekitar area penempatan billboard. Inilah yang dapat mengancam keselamatan dan kenyaman bagi pengguna jalan kaki. Dapat dilhat kondisi di siang hari, terdapat sisa – sisa kemasan makanan atau minuman dari kegiatan pedagang kaki lima merusak kebersihan lingkungan dan mengurangi materi promosi yang tidak efektif.

Gambar 16
Kondisi di siang hari

Gambar 17
Kondisi di malam hari
Jika dilihat berdasarkan prasarana billboard (jenis TV Plasma) meletakkan pertumbuhan lokasi-lokasi baru itu didominasi oleh produk-produk rokok dan perbankan. Lahan publik mulai banyak tersita lagi oleh kehadiran iklan-iklan media luar ruang dalam bentuk billboard maupun neon box di PJU, belum lagi terhitung baliho-baliho yang bertebaran di sana-sini. Klien mulai terbiasa dan mau pasang billboard lagi, segeralah billboard-billboard baru tumbuh bak jamur di musim hujan. Jalur non-3 in one yang kerap macet pun jadi daerah strategis. Jalur protokol Sudirman-Thamrin yang konon seharusnya dibatasi, juga tak luput dari serangan jamur tersebut.
Mengurangi estetika atau keindahan sudut perkotaan hanya penempatan billboard (jenis TV Plasma) dengan ukuran yang 30% menutupi ruang jalanan perkotaan. Problematik lain yang terjadi di malam hari, pantulan cahaya dari penampilan billboard (jenis TV Plasma) menyilaukan pandangan pengguna kendaraan roda empat dan roda dua saat melintas kawasan billboard (jenis TV Plasma). Inilah yang memberikan nilai negatif dan kejelekkan pada lingkungan di malam hari yang menghalangi konsentrasi pengguna jalan.
Berikut adalah billboard di kawasan Ibukota Jakarta (Problematik di siang hari), antara lain :
Senayan Bintaro

Harmoni Blok M
Gambar 18
Kumpulan kawasan yang berada di antara papan iklan (jenis TV plasma)

Problematik di malam hari, khususnya di kawasan Asia – Afrika Senayan Jakarta Selatan, antara lain :

Gambar 19
Kondisi Jalanan di malam hari kawasan Senayan – Jakarta Selatan

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik dari problematik yang terjadi terhadap penempatan papan iklan (jenis TV Plasma) sebagai bentuk kegiatan promosi dan publikasi yang saat ini tidak dibenarkan untuk melakukan kegiatan periklanan jika hal tersebut mengganggu kenyamanan, keselamatan, kebersihan tata letak kota maka, hipotesa yang terbentuk adalah “Segala macam promosi (jenis TV Plasma dan papan ruang luar) saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan kota yang menjadikan kawasan perkotaan sesak dan padat dengan penempatan papan iklan ruang luar.

Saran
Memberikan peluang bagi produsen untuk mempublikasikan melalui media ruang luar tentunya memiliki peraturan tertentu agar tidak merusak nilai estetika lingkungan. Saran bagi pengguna sarana media ruang luar, agar lebih menata penempatan tata ruang kota dengan posisi papan iklan yang teratur dan tidak saling bertumpuk pada papan iklan lainnya.
Dengan adanya saran, dapat membangun tata ruang kota lebih serasi dan mengandung unsur nilai estetika lingkungan sehat yang bebas dari sisa-sisa makanan dari hasil penjualan pedagang kaki lima yang berada di bawah papan iklan tersebut.

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞TERIMAKASIH∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s